CINTABERITA - Cinta sanggup menyebabkan seseorang menjadi gelap mata dan berkenan lakukan apa saja.
Seorang wanita di Bandar Lampung lebih-lebih berkenan menyerahkan dirinya untuk kekasihnya.
Pasangan kekasih bernama Widya dan Eki Hermawan itu udah beberapa kali lakukan interaksi intim seperti suami istri.
Tapi begitu Widya menghendaki kekasihnya untuk bertanggung jawab menikahi, sang pria mengelak.
Lantas Widya yang udah gelap mata pun akhirnya pilih menghabisi Eki yang sempat begitu dia cintai BANDAR DOMINO99.
Apa alasan Widya sampai tega menghabisi nyawa orang lain, kekasihnya sendiri?
Menurut Widya, interaksi asmara yang sepanjang ini dipupuk Widya diputuskan secara sepihak oleh Eki.
Ia terbawa emosi dan mengaku khilaf.
Yang menyebabkan hati Widya kian tersayat, kata putus yang diucapkan pria yang berprofesi sebagai sopir khusus itu dilontarkan seusai mereka berhubungan intim.
Hubungan intim itu mereka lakukan di semak-semak tak jauh dari rumah majikan area Eki bekerja.
Saya menusukkan pisau sebab sakit hati, pacar memastikan saya bersama alasan udah miliki calon istri. Padahal pada mulanya kita udah memiliki rencana untuk menikah," kata Widya didalam sidang di PN Tanjungkarang.
Ia menambahkan, sakit hati selanjutnya jadi menjadi sebab dia lebih pernah diajak berhubungan intim sebelum diputuskan di hari penusukan tersebut.
Widya mengaku spontan segera mengambil pisau dan menusukkan ke perut sebelah kanan Eki.
"Saya tidak tersedia niat untuk membunuh Eki, sebab saya sayang bersama dia. Pisau itu memang udah tersedia di tas saya dan saya spontan mengambil pisau dan menusukkan ke perutnya," kata Widya sambil bercucuran air mata.
Dari olah TKP terungkap, Widya dan Eki sempat bercumbu di kebun di Jalan Untung Suropati, Labuhan Dalam, Kota Bandar Lampung.
Pada rekonstruksi ini terlihat, awalannya Eki dan Widya berjumpa di Jalan Untung Suropati.
Eki lalu pergi ke area majikannya meninggalkan Widya di jalan.
Eki janji bakal menemui Widya dan menghendaki Widya menunggu.
Widiya pun tunggu Eki di warung gorengan. Eki lagi menghampiri Widya memberi duwit Rp 20 ribu. Eki lalu pergi lagi.
Tak lama, Eki lagi berkunjung menemui Widya. Mereka lalu berbincang.
Pada perbincangan itu, Widya bertanya kebenaran kepergian Eki ke Jawa untuk menemui calon istrinya.
Eki lalu membawa Widya ke kebun di belakang warung gorengan. Di kebun tersebut, Eki dan Widya bercumbu.
Usai bercumbu, Eki menyebutkan ke Widya bahwa ini pertemuan terakhir mereka.
Eki mengungkapkan ke Widya bahwa dirinya udah tersedia pilihan lain dan menghendaki Widya untuk tidak menghubunginya lagi.
Widya kecewa mendengar perkataan Eki. Widya menangis sambil jongkok. Widya lalu mengeluarkan senjata tajam dari didalam tasnya AGEN BANDARQ .
Widya berdiri memeluk Eki sambil tangan kanannya memegang pisau.
Widya menyebutkan ke Eki kenapa tega lakukan itu, sambil menusukkan belati ke perut Eki.
Dia lalu membuang pisau sembari berlari meninggalkan Eki yang terseok-seok ke rumah majikannya menghendaki pertolongan AGEN POKER.
Widya menusuk Eki di depan Perumahan Puri Suropati Estate, Rabu (3/2/2016) malam. Eki meninggal dunia di rumah sakit sabtu (11/11/2017) subuh.